5. Orang Berilmu Memiliki Pahala yang Kekal. Ilmu akan kekal dan bermanfaat bagi pemiliknya walaupun ia telah meninggal. Disebutkan dalam sebuah hadist tentang keutamaan ilmu dalam Islam:. Dari
10 Ayat AL-Qur'an Tentang Keutamaan Ilmu & Orang-orang yang Berilmu. 1. QS. Aali 'Imran (Ali 'Imran) [3] : ayat 7. huwa alla dz ii anzala 'alayka alkit aa ba minhu aa y aa tun mu h kam aa tun hunna ummualkit aa bi waukharu mutasy aa bih aa tun fa-amm aa alla dz iina fii quluubihim zayghun fayattabi'uuna m aa tasy aa baha minhu ibtigh aa -a
Beliau memaparkan beberapa dalil Alquran dan al-Hadits serta pernyataan para sahabat Nabi dan ulama yang menjelaskan hal tentang keutamaan orang yang berilmu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan kepada kita bahwa para ulama yang berilmu memiliki kedudukan yang agung di sisi Allah Ta'ala yang tidak diraih oleh seorangBegitu kita mengetahui hadis otentik dari Nabi SAW, mengapa repot-repot mengikuti yang lain? Jika kita berbicara tentang praktik orang-orang di tempat tertentu, bisa saja mereka mengubah satu hal dalam satu tahun, dan kemudian satu hal lagi di tahun kedua, dan kemudian hal lain di tahun ketiga. Begitu banyak yang telah diubah—bersambung.
Berbicara tentang guru tentu tidak bisa dilepaskan dari sosok seorang yang berilmu, berwawasan luas di bidang tertentu, berjasa mengantarkan orang lain kepada kebaikan, dan mencegahnya dari keburukan. Masih banyak lagi ayat yang menunjukkan kedudukan dan keutamaan mereka. Sementara dalam hadits, kedudukan dan keutamaan orang berilmu dapat
Dan apabila dikatakan: 'Berdirilah kamu', maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan," (Q.S. Al-Mujadalah: 11). Tentang tafsiran atau arti dari ayat ini, Imam Syaukani berkata:Demikianlah contoh orang yang dapat mengerti agama Allah dan memanfaatkan akan apa yang di utus aku (Nabi) dengannya oleh Allah, lalu belajar dan mengajar dan perumpamaan orang yang tidak mengangkat kepala dengan tidak belajar dan mengajar, dan ada orang yang sama sekali tidak dapat petunjuk ajaran Allah". (H.R. Abu Musa Al-As'ary) 1. Fardhu 'ain. Menuntut ilmu hukumnya menjadi fardlu 'ain atau wajib dilakukan oleh setiap muslim, terutama jika hal ini diperlukan agar umat muslim dapat menjalankan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Seperti ilmu tentang ibadah yang menyangkut cara menunanaikan shalat wajib, puasa ramadhan, zakat, puasa, haji Dan lainnya. Ilustrasi. Hati-hati, beramal tanpa ilmu merupakan perbuatan sia-sia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/mapo) Orang yang beramal tanpa menggunakan ilmu disebut mudharat. Dikutip dari buku Menolak Kemudharatan karya Dr. H. Ahmad Syahrus Sikti, S.H.I., M.H., mudharat secara bahasa dapat dikatakan sebagai kondisi yang sangat berbahaya. Hadits tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Tidak sama kedudukan orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu. Yang memiliki ilmu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dan mulia, baik di dunia dan di akhirat. Maka umat Islam diwajibkan untuk menuntut ilmu. Di dalam al-Quran terdapat tidak kurang dari enam belas ayat, yang Allah SWT Makhul berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Keutamaan seorang yang berilmu dari seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas orang-orang yang paling rendah diantara kalian, kemudian beliau membaca surat Fathir ayat 28, "innama yakhsyallaha min 'ibadihil 'ulama`" (bahwa yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya adalah para ulama). WagPtZs.